Yayasan Rumput Laut Indonesia (YRLI)

Indonesian Seaweed Foundation

Yayasan Rumput Laut Indonesia (YRLI) RSS Feed
 
 
 
 

AGAR-AGAR

Agar-agar diproduksi pertama kali pada tahun 1919 di Kalifornia. Kini, industri agar-agar banyak didirikan baik di Negara-negara maju maupun Negara berkembang termasuk di Indonesia, mengingat manfaatnya yang sangat besar di berbagai bidang.

Agar-agar merupakas suatu asam sulfuric, ester dari galactan linier. Bentuk gel diekstrak dari agarophyt bersal dari kelompok Rhodophyceae. Penghasil agar-agar antara lain: Gracilaria, Gelidium, Ahnfeltia, Pterocladia dan dari jenis Acacthopeltis. Agar-agar tidak larut dalam air panas. Pada temperatur 32-39 °C berbentuk bekuan (solid) dan tidak mencair pada suhu di bawah 85 °C.

Agar-agar digunakan dalam pembuatan makanan, yaitu berfungsi sebagai thickener dan stabilizer. Dalam dunia industri farmasi agar-agar berguna sebagai pencahar atau peluntur dan kultur bakteri. Dalam industry kosmetika digunakan dalam pembuatan salep, cream, sabun dan pembersih muka atau lotion. Beberapa industry lainnya menggunakan agar-agar sebagai bahan additive atau tambahan, misalnya dalam beberapa proses pada industri kertas, tekstil, fotografi, semir sepatu, tapal gigi, pengalengan ikan atau daging dan juga untuk kepentingan mikrotomi, museum dan kriminologi.

No Comments

(Required)
(Required, will not be published)

Author

ab-susanto

DR. AB Susanto, M.Sc
Pembina YRLI
E-mail: aabbee@gmx.de

Donasi

E-buku

E-buku Identifikasi Rumput Laut

Statistik