APA YANG TERDAPAT DALAM RUMPUT LAUT ? (Bagian 1)
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional RI.
Dosen Jur. Ilmu Kelautan, Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP. Kampus Tembalang-UNDIP, Semarang 50359 (email: aabbee@gmx.de/Phone: 08176349753).
PENDAHULUAN.
Rumput laut bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pantai bukanlah barang yang baru lagi. Mereka telah mengenal dan memanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai bahan obat tradisional dan bahan makanan. Dengan demikian berarti rumput laut mempunyai suatu bahan yang dapat dimanfaatkan orang untuk kesehatannya. Dan dengan kemajuan teknologi di bidang penelitian rumput laut, maka pemafaatan rumput laut bagi manusia tidak terbatas pada aspek kesehatan, sudah menjalar ke segala bidang. Oleh karena itu, kita akan timbul pertanyaan; mengandung bahan apakah rumput laut itu, sehingga banyak dimanfaatkan orang dalam segala aspek kehidupan ?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut kita mesti menyamakan persepsi kita akan rumput laut. Kalau mendengar kata rumput laut bayangan kita akan mengarah ke suatu bentuk tumbuhan seperti rumput yang ada di laut. Gambaran tersebut sesungguhnya sama sekali tidak benar. RUMPUT LAUT adalah tumbuhan yang tidak dapat dibedakan antara bagian akar, batang dan daun. Semua bagian tumbuhannya disebut THALLUS. Karena bentuknya seperti rumput terutama yang berukuran besar dan hidupnya di laut, maka orang awam terutama kaum usahawan sering menyebutnya rumput laut. Berbeda dengan LAMUN. Lamun adalah sejenis tumbuhan yang hidup di laut juga, tetapi Lamun dapat dibedakan bagian akar, batang dan daun. Walaupun untuk membedakan secara jelas bagian akar dan batang cukuplah sulit, karena tumbuhan tersebut telah mengalami adaptasi dengan lingkungannya.
Di kalangan ilmuwan rumput laut dikenal dengan nama ALGAE dan berdasarkan ukurannya dibedakan dua golongan yaitu MIKRO-ALGAE dan MAKRO-ALGAE. Kedua kelompok algae tersebut sebagian besar hidup di laut. Mereka yang hidup di laut ada yang melekat di dasar laut atau melayang-layang mengikuti gerakan arus laut. Kelompok tumbuhan ini mempunyai peranan yang sangat besar di lingkungan laut, karena hanya merekalah yang dapat menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh semua penghuni laut. Nah marilah kita satukan persepsi kita, bahwa dalam tulisan ini kita gunakan istilah rumput laut sebagai keterangan dari algae yang hidup di laut. Sehingga bayangan kita akan sama bila menyebut rumput laut.
Kemudian kalau kita melihat di dasar laut dari suatu perairan yang dangkal, akan dijumpai berbagai macam jenis rumput laut dengan beraneka-ragam warnanya. Berdasarkan kandungan pigmen yang terdapat dalam thallus rumput laut, maka rumput laut dapat digolongkan menjadi :
* Rumput Laut Hijau.
* Rumput Laut Merah.
* Rumput laut Coklat.
Jenis-jenis rumput laut dari ketiga golongan tersebut mempunyai potensi eknomis penting, karena kandungan senyawa kimia yang merupakan hasil metabolisme primer.
Akhir-akhir ini banyak industri memproduksi berbagai bahan yang bahan mentahnya berasal dari rumput laut. Produk industri terpenting dari rumput laut adalah phycocolloid dari Rumput Laut Merah dan Rumput Laut Coklat. Phycocolloid dari kedua kelompok rumput laut tersebut sangat dibutuhkan industri sebagai larutan emulsi, gelling, stabilisator, suspensi dan bahan pembeku/perekat.
Istilah “Phycocolloid” telah didefinisikan pertama kali oleh Tseng sebagai polisakarida yang kompleks dari Rumput laut Merah dan Rumput laut Coklat, yang membentuk sistem colloidal ketika dilarutkan dalam air. Bentuk water-soluble-polysaccharida merupakan bagian utama dari polisakarida pada Rumput laut. Kemudian istilah Polisakarida berkembang menjadi lebih spesifik dalam berbagai bidang ilmu. Percival dan Mc-Dowell mendeskripsikan lebih detail polisakarida dari Rumput laut secara kimiawi dan enzimologi.
Polisakarida yang utama dan penting dari golongan Rumput laut Merah adalah Agar dan Karagenan. Kedua polisakarida ini banyak dimanfaatkan di berbagai bidang industri. Oleh karena itu mereka mempunyai nilai secara ekonomis cukup tinggi. Dan permintaan dunia akan kedua polisakarida tersebut dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.



kami dari BMT BINA LESTARI yang berlokasi di kota Binjai tepatnya 20km dari pusat kota Medan, Sumatera Utara, kami telah memiliki budidaya rumput laut, bibit rumput laut dan ikan bandeng, kami ingin memasarkan produk kami tetapi kami terkendala dalam segi pemasaran produk, kami mengharapkan kepada bapak untuk dapat memberikan arahan kepada kami untuk memasarkan produk kami. kami sangat senang apabila kami mendapatkan sambutan yang positif dari bapak. Tiada lain harapan kami adalah membantu dunia usaha nasional Indonesia yang mana murupakan cikal bakal pertumbuhan ekonami kerakyatan di bumi Indonesia. atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih