APA YANG TERDAPAT DALAM RUMPUT LAUT ? (Bagian 3)
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional RI.
Dosen Jur. Ilmu Kelautan, Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP. Kampus Tembalang-UNDIP, Semarang 50359 (email: aabbee@gmx.de/Phone: 08176349753).
Gracilaria.
Yang terpenting dari l00 species lebih pada Gracilaria adalah G. confervoides (terdapat di pantai laut Hindia, Asia Timur dan Amerika) dan G. lichenoides (pantai laut Hindia). Pada jenis ini dan beberapa species Gracilaria lainnya telah diselidiki oleh beberapa ahli rumput laut. Jumlah kandungan phycoccoloid nampak tergantung pada pengaruh faktor lingkungannya, waktu pemanenan, dll. Fenomena tersebut membedakan antara 15 dan 30 % dari berat keringnya. Sebagai contoh; kandungan dan kualitas agar dari budidaya Gracilaria edulis di pantai India dilaporkan oleh Thomas dan Krishnamurty. Matsuhashi dan Hayashi melaporkan juga produksi agar dari G. foliifera yang dipanen di sepanjang pantai Florida barat. Perubahan musiman, kimiawi dan reproduksi pada G. foliifera dari New Hampshire juga telah diteliti. Pterocladia lucida digunakan orang untuk menghasilkan agar di wilayah Australia, Tasmania, New Zealand, Jepang. Begitu juga Pterocladia capillacea dapat diolah untuk menghasilkan agar.
Namun begitu di lain pihak hingga kini juga sedikit yang diketahui dan diteliti untuk menjamin basis bahan mentah agar tersebut. Artinya belum ada sebuah speciespun yang diyakini sebagai yang terbaik untuk menghasilkan bahan mentah agar. Bahan mentah agar tersebut sering dihasilkan bercampur dengan jenis rumput laut merah lainnya.
Hingga kini banyak negara yang telah mengolah Rumput laut Merah ini untuk menghasilkan agar, yaitu di kawasan Eropa (Portugal dan Spanyol), Afrika (Maroko), Asia (Jepang, India, Korea dan Rusia). Selain itu juga di USA dan Chile. Negara Chile merupakan negara penghasil utama agar.
Kata “Agar” dulunya sering disebut sebagai “agar-agar“, yaitu sebuah ekstrak bentuk gel (baca Jelly) dari jenis Rumput laut merah tertentu, Agarophytes. Agaroid adalah ekstrak lainnya dari jenis Rumput laut Merah lainnya pula yang disebut agaroidophytes. Agaroidophytes ini berbentuk berbeda dengan agar dan lebih lunak dari pada gel. Penamaan “agar-agar” digunakan oleh penduduk asli dari kawasan Melayu dan sebetulnya ditujukan untuk istilah dari Eucheuma.
Variasi agar secara kimiawi dan fisik banyak sekali tergantung pada bahan mentahnya. Selby dan Selby melaporkan secara detail ttg bahan mentah, proses, tingkatan dan tipe spesifikasi, struktur, pemanfaatan dan penggunaan agar. Pada Simposium Internasional rumput laut 1965 di Halifax, Araki telah melaporkan juga ttg masalah polisakarida dari agarophyte. Pengujian agar telah menunjukkan bahwa suatu campuran yang terdiri dari agarose dan agaropektin dalam berbagai variasi proporsinya tergantung pada sumber bahan mentahnya.
Pada tahun 1971 di Sapporo-Jepang, Yaphe dan Duckworth merefisi hasil penelitian Araki pada analisis struktural dari agarose dan agaropektin dan hubungannya antara struktur dan pemanfaatan secara biologis pada agar. Young dkk juga melaporkan tentang enzymis hidrolisis dari agar dan pemanfaatan dari uji bakteri pada agarose. Niziwa dan Sasaki memaparkan dalam komposisi dinding sel dari algae, sebuah sinopsis dalam bentuk tabulasi tentang presentase komposisi dari agarose dan agaropektin dari beberapa Rumput laut Merah. Kandungannya berbeda antara satu jenis dengan jenis lainnya.
Pemanfaatan utama dari agar adalah “melting point “nya yang tinggi. Dalam dunia farmasi agar digunakan sebagai laxative untuk constipation yang kronis, sering dengan penambahan obat-obatan anthraquinone, sebagai motor obat serta sebagai substrat untuk kultur bakteris agar juga memainkan pernanan yang penting.Agar juga bekerja sebagai stabiliser untuk emulsi, constituent of ointment, lotion, dll. Hawkins dan O’Neill melaporkan bahwa granuloma akan muncul setelah diinjeksi dengan agar. Menurut Gerber dkk, agar dan juga karagenan melindungi embrio ayam melawan infeksi yang disebabkan virus influense B dan mump-virus. Satu hal yang menarik di lapangan dari pemanfaatan agar ini adalah inokulasi dari Jagung pada budidaya Claviceps purpurea. Agar juga dimanfaatkan dalam dunia Kedokteran Gigi. Dalam pratikum di laboratorium agar dimanfaatkan secara optimal untuk beberapa penelitian. Agar juga dimanfaatkan dalam dunia tehnologi pangan dan industri.



Bisa bantu g, Saya ingin menulis karya tulis tentang kankeer? Saya ingin memanfaatkan Gracilaria sebagai antikanker. Saya ingin bertanya apakah gracilaria mengandung polifenol/ sejenis senyawa antikanker.
halo babe abe, lamlekum, aku doddy. TOT binaan babe tentang rumput laut mania, lagi konsen ama polifenol rumput laut juga. kira2 bisa dibantu nggak bozz , aku pengen tahu apa ikatan fenolik dalam rumput laut (ekstrak K.alvarezii)dapat ngefek ke protein tuk bangun sifat fungsional film gelatin. mohon bantuan referensi bozz..and gimana metode tuk pastikan bahwa yang kita ekstrak dari k.alvarezii adalah kappa, lambda, atw iota.. matur suwuun… moga rumput laut tetep jaya…