APA YANG TERDAPAT DALAM RUMPUT LAUT ? (Bagian 4)
Dr. AB Susanto, M.Sc.*)
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional RI.
Dosen Jur. Ilmu Kelautan, Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP. Kampus Tembalang-UNDIP, Semarang 50359 (email: aabbee@gmx.de/Phone: 08176349753).
Agarose.
Penggunaan agarose dalam Immunologi adalah yang sangat menarik sekali. Agarose gel telah membuktikan lebih banyak digunakan daripada agar gel yang tidak terfraksionasi, karena kandungan sulfat yang rendah dan sebab memberikan gel yang jernih. Guiseley melaporkan tentang viscometric determination dari agarose. Ahli Virologi dan Bakteriologi memerlukan produk agar dengan titik didih yang rendah.
Karagenan.
Bahan mentah yang terpenting untuk produksi Karagenan adalah carrageenate dan derivatnya (turunan) seperti Chondrus crispus dan berbagai macam species Gigartina, khususnya Gigartina stellata dan juga Eucheuma serta species Hypnea. Selain itu sumber bahan mentah lainnya adalah Chondrococcus hornemannii, Halymenia venusta, Laurencia papillosa, Sarconema filiforme dan Endocladia, Gelidium tertentu, Gymnogongrus, Rhodoglossum, Rissoella, Yatabella species dan Rumput laut Merah lainnya.
Chondrus.
Chondrus crispus sering ditemukan bercampur dengan Gigartina stellata. Kedua species tersebut sebagian besar dipanen dan diproses bersama-sama dan dikenal dalam perdagangan sebagai “Carrageenan” atau “Irish Moss” . Chondrus crispus banyak ditemukan dalam berbagai bentuk.
Pada awal abad 19 bahan mentah karagenan diimport ke USA dari Eropa. Meskipun pada tahun 1835, rumput laut ini banyak melimpah diatas bebatuan di pantai dari Massachusetts hingga Newfoundland. Stoloff menyelediki bahan mentah ini secara komprehensif. MacFarlane telah mempublikasikan sebuah sinopsis dari Chondrus crispus dengan detail sekali tentang rumput laut yang penting ini dan Taylor telah menulis tentang biologi dan ekologi rumput laut ini.
Sementara itu pengetahuan lebih lanjut tentang rumput laut ini dikembangkan dengan pekerjaan secara khusus dengan keaslian dan pemanfaatan karagenan. Disamping kappa dan lamda karagenan juga terdapa beberapa fraksi karagenan lainnya.
Studi ekologis dalam hubungannya dengan potensi marikultur dari Chondrus crispus telah didiskusikan oleh Mathieson dan Tveter. Pemanfaatan derivasi gelling nampak dalam fase tetrasporfit dan gametofit. Fraksi non-gelling lamda-karagenan nampak dalam tanaman tetrasporofit. McCandless dan Craigie telah menyelidiki produksi karagenan, sedang Simpson et al, mengamati efek pH pada pertumbuhan dan produksi karagenan tersebut. Suatu metode pengembangbiakan di dalam tangki dengan air laut yang mengalir juga telah dikembangkan.
Species Chondrus lainnya seperti Chondrus canaliculatus dari pantai di Jepang dapat juga dikaitkan dengan bahan mentah dari karagenan.
Gigartina
Gigartina adalah suatu genus yang banyak anggotanya (diperkirakan 90 species) dan sejumlah dari mereka dapat digunakan sebagai bahan mentah karagenan, sebagai contoh Gigartina stellata. Kandungan kappa-karagenan dapat dibandingkan dengan yang dari Chondrus crispus .
Gigartina acicularis, G. asperifolia, G. canaliculata, G. chamissoi, G. cristata, G. decipiens, G. pistillata, G. radula, G. serrata, G. skottsbergii, G. stiriata dan jenis lainnya mengandung karagenan juga.


