Yayasan Rumput Laut Indonesia (YRLI)

Indonesian Seaweed Foundation

Yayasan Rumput Laut Indonesia (YRLI) RSS Feed
 
 
 
 

APA YANG TERDAPAT DALAM RUMPUT LAUT ? (Bagian 6)

Dr. AB Susanto, M.Sc.*)

 

Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional RI.

Dosen Jur. Ilmu Kelautan, Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP. Kampus Tembalang-UNDIP, Semarang 50359 (email: aabbee@gmx.de/Phone: 08176349753).

Hypnea.

Hasil ekstrak dari species Hypnea terutama Hypnea musciformis dikenal sebagai “hypnean” yang berbentuk gel yang paling stabil. Hal ini sering dipertimbangkan menjadi jenis khusus dari agar tetapi sangat kecil diketahui tentang struktur kimiawi dari agar tsb, kecuali yang mirip dengan karagenan yang mengandung fraksi kappa dan lambda. Akhir-akhir ini species Hypnea telah lebih diamati, sehingga sekarang rumput laut ini merupakan bahan mental utama untuk menghasilkan karagenan.

Studi tentang penyiapan dan pemanfaatan phycocolloid dari H. musciformis asal pantai Gujarat (India) telah dilakukan. Rama Rao dan Krishnamurty melaporkan pada waktu itu bahwa ditemukan hal yang sama dimana Hypnea dapat dijadikan sumber agar. Tetapi proses pembuatannya mesti dimodifikasi. Studi tentang siklus pertumbuhan dan kandungan phycocolloid (diperkirakan 24 %) dari H. musciformis juga telah dilakukan. Dari hasil penelitiannya dapat disarankan bahwa waktu panenan rumput laut ini sebaiknya dilakukan pada bulan Januari hingga Maret. H.musciformis asal Pantai Barat India telah diteleiti Rama Rao. Sedangkan variasi musiman pada kandungan phyococolloid telah dilaporkan oleh Rama Rao dan Krishamurthy.

Mollon mempublikasikan survey awal dari species Hypnea asal Senegal : H. musciformis, H. cervicornis dan H. ceramioides. Rumput laut ini adalah bahanmentah untuk phycocollloid yang mirip terhadap karagenan dari Chondrus crispus dengan fraksi kappa dan lambda. H. musciformis terdapat melimpah di sepanjang pantai Brasil. Oliviera Filho dan Mshigeni melaporkan studi perkembangan pada H. cervicornis dan H. chordacea serta kemungkinan budidaya dari Hypnea. Mereka mengatakan dalam pendahuluannya suatu perbaikan yang menarik dari permasalahan peningkatan permintaan industri akan karagenan sebagai gelling, stabiliser, pelarut atau pengelmusi dalam farmasi, industri pangan dan kosmetika modern.

Penelitian tentang perubahan musiman pada biomasa dari H. cervicornis, H. chordacea dan H. nidifica di Hawai telah dilakukan oleh Mshigeni. Pengetahuan tentang perubahan musiman adalah aspek penting untuk rumput laut berpotensi ekonomis guna memutuskan kapan panenan secara komersial dapat dilakukan dan menguntungkan secara ekonomis. Rama Rao meneliti hal tersebut di kepulauan Selatan India untuk H. valentiae . Variasi musiman dalam kandungan phycocolloid telah diteliti Rama Rao dan Krishnamurty. Studi budidaya dari H. valentiae telah direalisasi oleh Mshigeni dan Lorri. Monograph tentang Hypnea ditulis oleh Mshigeni dan Mshigeni dan Mziray. H. cervicornis, H. nidifica, Chondrus crispus dan species Gymnogongrus yang banyak di Hawaii telah diteliti untuk kandungan karagenannya oleh Santos dan Doty. Dan akhir-akhir telah banyak penelitian dilakukan untuk mendapatkan karagenan.

2 Comments

  • At 2009.06.01 23:11, Arif Rahman said:

    bisa dijelaskan g’?
    apakah untuk perlakuan budidaya untuk semua jenis rumput laut itu sama???jika kita akan membudidayakan rumput laut apakah kriteria lokasi harus 100 % sesuai atau tidak???

    • At 2009.06.05 09:18, Gunawancholis said:

      Lam kenal Pak…..View U’r Web
      Bagus Bgt nih Web Nya……lam kenal pak???

      View My Blog : http://Nautika-kapal.blogspot.com

      (Required)
      (Required, will not be published)

      Author

      ab-susanto

      DR. AB Susanto, M.Sc
      Pembina YRLI
      E-mail: aabbee@gmx.de

      Donasi

      E-buku

      E-buku Identifikasi Rumput Laut

      Statistik