APA YANG TERDAPAT DALAM RUMPUT LAUT ? (Bagian 7)
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Departemen Pendidikan Nasional RI.
Dosen Jur. Ilmu Kelautan, Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP. Kampus Tembalang-UNDIP, Semarang 50359 (email: aabbee@gmx.de/Phone: 08176349753).
Phycocolloid dari Chondrococcus hornemannii asal dari pantai Tanzania telah diteliti oleh Semesi dan Mshigeni. Kandungan karagenan diperkirakan 45 % dari berat keringnya terutama lambda-karagenan. Mshigeni juga meneliti struktur dinding sel dari rumput laut ini.
Phycocolloid dari Halymenia venusta yang tersebar di pantai Timur Afrika telah dipelajari oleh Semesi dan Mshigeni. Phycocolloid yang ditemukan mirip karagenan yang dekat dengan lambda- dari pada kappa-karagenan. Kandungan total karagenan adalah kurang lebih 60 % dari berat kering.
Genus Laurencia kelihatannya menarik juga sebagai sumber phycocolloid. Kandungan phycocolloid dari L. papilosa asal pantai Tanzania telah diamati. Hasilnya diperkirakan mengandung 33 % dengan kebanyakan lambda-karagenan. Sedangkan phycocolloid dari Sarconema filiforme asal Tanzania juga telah diamati oleh Semesi dan Mshigeni. Hasilnya diperkirakan mencapai 35 % dari berat keringnya. Phycocolloidnya menunjukkan sifat yang khas yaitu menyerap jota-karagenan.
USA adalah produsen terbesar karagenan, kemudian diikuti Canada. Perancis, Inggris dan Norwegia juga memproduski dan mengekspor karagenan.
Karagenan adalah ekstrak yang tidak berubah dari karagenofit. Carrageenate adalah garam tertentu dari asam karagenik. Karagenan adalah hidrokoloid yang mengandung sulfat tinggi. Susunan kimia, fraksinasi, dll dari karagenan telah diamati oleh banyak ahli. Stoloff memberikan kesimpulan dalam laporannya “Industrial Gums“. Karagenan khususnya dari Chondrus crispus dan beberapa jenis Rumput laut Merah dapat dipisahkan mejadi 2 fraksi, yaitu yang diperkirakan mengandung 40 % kappa-karagenan dan lainnya kurang lebih mengandung 60 % lambda-karagenan. Kandungan sulfat dalam kappa-karagenan adalah 23-28 % dan lambda-karagenan adalah 24-33%. Menurut penelitian Springer dan Middendorf, fraksi kappa-karagenan berhubungan ekstrak dengan air panas dan lambda-karagenan berhubungan ektrak dengan air dingin.
Schmitt mendiskusikan rumus molekul dan pemanfaatan fisio-kimiawi dari karagenan dan kepentingannya terhadap praktek aplikasinya. Gel strength dan temperatur gelation dapat bervariasi antara batas yang kecil hingga sesuai tujuan untuk produk yang akan digunakan. Produknya diperoleh dalam berbagai tingkatan viscositas, kualitas gelating dan non-gelating.
Studi sintesis karagenan dan analisis biokimia dilaporkan oleh McCandless dan Richter, McCandless dan Craigie dan Wong. Studi lainya tentang karagenan didiskusikan di Bangor tahun 1974 dan juga Gordon-Mills dan McCandless melaporkan tentang kappa-dan lambda-karagenan di dalam dinding sel dari Chondrus crispus, serta Bowtle dan Anderson tentang deteksi dan determinasi karagenan dalam media biologi. Disamping kappa- dan lambda-karagenan fraksi selanjutnya dapat ditemukan, sebagai contoh jota- dan ypsilon-karagenan. Determinasi dari jota-karagenan dideskripsikan oleh Anderson dan Bowtle.
Karagenan sering kali digunakan dalam industri farmasi sebagai pengemulsi (sebagai contoh dalam emulsi minyak hati), sebagai larutan granulation dan pengikat (sebagai contoh tablet, elexier, sirup, dll). Jurnal menarik tentang aplikasi karagenan dalam terapi borok (sesuatu yang bernanah) telah dipublikasikan. Percobaan pada hewan dan penelitian terhadap pengaruh dekompisisi karagenan untuk gastrik bernanah yang akut dengan positif efek telah didiskripsikan oleh Anderson dan Soman. Distribusi berat molekul dari karagenan diteliti oleh Stanley dan Renn. Disebutkan bahwa depolimerisasi yang tinggi dari jota-karagenan digunakan sebagai obat dalam terapi gastrik yang bernanah, yang mungkin tidak mempunyai efek fisiologis sampingan.
Hawkins dan Leonard melaporkan tentang aktifitas antithrombosit dari karagenan dalam darah manusia. Schneider telah menyarankan pentingnya Chondrus sebagai penghasil karagenan untuk terapi penyakit dari pembuluh darah. Studi tentang karagenan juga telah dilaporkan oleh Tanaka dkk dengan penekanan pada reaksi pengikatan timah dan ion logam berat. Timah ditemukan menjadi salah satu logam loncatan yang sangat efektif oleh karagenan dan fucoidan. Paskins-Hurburt, Tanaka dan Skoryna juga mendiskusikan karagenan dengan pengikatan dari timah. Karagenan digunakan juga dalam industri kosmetika sebagai stabiliser, suspensi dan pelarut. Produk kosmetik yang sering menggunakan adalah salep, kream, lotion, pasta gigi, tonic rambut, stabilizer sabun, minyak pelindung sinar matahari, dll.
Selain itu ada beberapa kemungkinan dari aplikasi karagenan dalam industri teknologi pangan dan telah banyak dilakukan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan masalah ini. Selain tehnik ynag berkualitas, karagenan itu juga digunakan dalam industri kulit, kertas, tekstil, dll.
PENUTUP.
Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari sebagian artikel dari buku yang berjudul Marine Algae in Pharmaceutical Science. Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih belum sempurna, oleh karena itu bila ada kritik dan masukan yang membangun akan dengan senang hati penulis menerimanya. Semoga tulisan ini berguna bagi yang membutuhkannya.
SUMBER BACAAN.
Marine Algae in Pharmaceutical Science. Editor. Heinz A.Hoppe, Tore Levring and Yukio Tanaka. Walter de Gruyter. Berlin. 1979.



Saya mahasiswa yang sedang mengerjakan TA tentang karakteristik karaginan rumput laut E.cottonii dan E.spinosum.
bisakah bapak membantu untuk menjelaskan bagaimanakah proses biosintesis karaginan didalam rumput laut itu sendiri.
pak adakah penstabil yang bekerja pada air suhu 28-30 derajat celsius? apakah karagenan lambda dapat menjadi penstabil pada suhu tersebut?. dimana saya bisa mendapatkannya? mohon bantuannya, terimakasih